Thank You, Anna!
Medan Debaters Forum adalah sebuah dedikasi. Sebuah ikhtiar untuk melaksanakan passion of life secara terus-menerus tanpa harus terjebak dengan konsekuensi materialis, bahkan iming-iming popularitas. Secara sadar, lembaga ini digerakkan dengan perlahan. Membangun basis komunitas yang terhubung tanpa paksaan resiprokal, bercampur kesenangan pribadi untuk dapat terus mengembangkan diri.
Kedasaran paling hakiki dari mengerjakan passion of life secara terus menerus adalah bahwa disadari atau tidak, akan ada beberapa orang yang berbaik hati, melihat ketulusan sebagai hal yang perlu diapresiasi, lalu menawarkan bantuan yang tak disangka-sangka, seperti mendapat lotre di pasar malam, tak menyangka dan kemudian terkenang sebagai memori berharga dimana hanya kita yang mampu menilai.
Pada tulisan yang lalu, saya telah memberikan apresiasi kepada beberapa orang yang telah memberikan kontribusi sukarela untuk ikut membantu mengembangkan lembaga ini untuk berdiri. And as I have said before, those miracles would be continuing on. Secara tak disangka, kontribusi itu berlanjut tanpa diminta.
Kontribusi kali ini berupa donasi materi debat dari seorang maestro debat yang telah mendunia. Semuanya bermula dari beberapa interaksi dari media sosial twitter, dimana Anna Alfaro Manurung, seorang mantan debater internasional yang telah bermukim di Jakarta, menawarkan buku-buku miliknya untuk dapat didonasikan kepada lembaga-lembaga atau komunitas debat yang memerlukannya. Peluang ini saya sanggupi dengan beberapa interaksi reply seperti yang tersaji di bawah ini.
Kedasaran paling hakiki dari mengerjakan passion of life secara terus menerus adalah bahwa disadari atau tidak, akan ada beberapa orang yang berbaik hati, melihat ketulusan sebagai hal yang perlu diapresiasi, lalu menawarkan bantuan yang tak disangka-sangka, seperti mendapat lotre di pasar malam, tak menyangka dan kemudian terkenang sebagai memori berharga dimana hanya kita yang mampu menilai.
Pada tulisan yang lalu, saya telah memberikan apresiasi kepada beberapa orang yang telah memberikan kontribusi sukarela untuk ikut membantu mengembangkan lembaga ini untuk berdiri. And as I have said before, those miracles would be continuing on. Secara tak disangka, kontribusi itu berlanjut tanpa diminta.
Kontribusi kali ini berupa donasi materi debat dari seorang maestro debat yang telah mendunia. Semuanya bermula dari beberapa interaksi dari media sosial twitter, dimana Anna Alfaro Manurung, seorang mantan debater internasional yang telah bermukim di Jakarta, menawarkan buku-buku miliknya untuk dapat didonasikan kepada lembaga-lembaga atau komunitas debat yang memerlukannya. Peluang ini saya sanggupi dengan beberapa interaksi reply seperti yang tersaji di bawah ini.
![]() |
| Twitter Reply |
Saya mengirimkan identitas dan alamat yang dapat dijangkau melalui beberapa surel, dimana Anna meresponnya dengan baik dan professional atas konfirmasi donasi tersebut. Beberapa kali beliau mengingatkan saya untuk mengkonfirmasi apakah kiriman donasi tersebut telah saya terima atau tidak. Semuanya untuk memastikan agar proses dapat berjalan dengan lancar.
Saya tidak pernah berkenalan dengan Anna secara pribadi. Sejauh yang saya ketahui, Anna Alfaro Manurung, sering dipanggil dengan nickname Bong, adalah seorang mantan debater internasional asal Filipina, yang kemudian menetap di Jakarta setelah menikah dengan salah satu pendiri English Debate Society Universitas Indonesia (EDS UI), Hisar Maruli Manurung, Ph.D. Ada banyak referensi internet yang menunjukkan, bagaimana pada masanya, Anna telah memberikan banyak kontribusi dalam pengembangan English Parliamentary Debating, baik di negara kelahirannya maupun di Indonesia. Salah satu yang dapat dilihat hingga kini adalah bagaimana klub debat yang pada awal pembentukannya diarsiteki oleh beliau, Binus Internasional Pool of English Debaters (BIPEDS), saat ini telah menjelma sebagai institusi membanggakan dan mampu memecahkan rekor hattrick sebagai Juara I selama 3 tahun berturut-turut (2011, 2012, 2013) pada The National Universities Debating Championship (NUDC).
Back again, Anna menginformasikan bahwa materi debat yang dikirimkannya adalah bahan-bahan debat bagi high school debaters. Saya tentu saja senang, mengingat intensitas pelatihan saya yang saat ini lebih banyak concern pada pembinaan dan pengenalan debat bagi siswa sekolah menengah. Email terakhir yang dikirimkan beliau menginformasikan bahwa buku-buku tersebut akan dikirimkan ke alamat kantor, sesuai permintaan saya demi akses dan lokasi yang lebih mudah dijangkau jasa pengiriman.
Senin lalu, saya akhirnya menerima paket kiriman tersebut. Tak terkira rasanya perasaan saya melihat materi debat yang selama ini saya cari namun amat sulit diperoleh di Medan.
Saya tidak pernah berkenalan dengan Anna secara pribadi. Sejauh yang saya ketahui, Anna Alfaro Manurung, sering dipanggil dengan nickname Bong, adalah seorang mantan debater internasional asal Filipina, yang kemudian menetap di Jakarta setelah menikah dengan salah satu pendiri English Debate Society Universitas Indonesia (EDS UI), Hisar Maruli Manurung, Ph.D. Ada banyak referensi internet yang menunjukkan, bagaimana pada masanya, Anna telah memberikan banyak kontribusi dalam pengembangan English Parliamentary Debating, baik di negara kelahirannya maupun di Indonesia. Salah satu yang dapat dilihat hingga kini adalah bagaimana klub debat yang pada awal pembentukannya diarsiteki oleh beliau, Binus Internasional Pool of English Debaters (BIPEDS), saat ini telah menjelma sebagai institusi membanggakan dan mampu memecahkan rekor hattrick sebagai Juara I selama 3 tahun berturut-turut (2011, 2012, 2013) pada The National Universities Debating Championship (NUDC).
Back again, Anna menginformasikan bahwa materi debat yang dikirimkannya adalah bahan-bahan debat bagi high school debaters. Saya tentu saja senang, mengingat intensitas pelatihan saya yang saat ini lebih banyak concern pada pembinaan dan pengenalan debat bagi siswa sekolah menengah. Email terakhir yang dikirimkan beliau menginformasikan bahwa buku-buku tersebut akan dikirimkan ke alamat kantor, sesuai permintaan saya demi akses dan lokasi yang lebih mudah dijangkau jasa pengiriman.
Senin lalu, saya akhirnya menerima paket kiriman tersebut. Tak terkira rasanya perasaan saya melihat materi debat yang selama ini saya cari namun amat sulit diperoleh di Medan.
Sebagai penutup, saya akan tautkan testimoni yang yang disertakan dalam paket donasi tersebut. Finally, Thank you so much, Anna Alfaro Manurung. May all prosperity and blessing be with you always.
Dear Hotman,
I hope these books arrive in good shape! It's quite a distance between Jakarta and Sumatera Utara, and I do hope they reach you.
These are primarily materials for high school debater, since I've already sent out my materials for uni-level teams. I hope you find good for them. Please kindly distribute them for free, as it is often hard for student to buy debate materials themselves. Good luck!
Regards,
Bong

Komentar
Posting Komentar