Contoh Esai Jawaban Program Kepemimpinan Pemuda
Deskripsikan diri Anda, ceritakan pengalaman (personal atau profesional) paling sulit yang pernah Anda hadapi.
Perkenalkan, saya Hot Maringan Samosir, asal Binjai Sumatera Utara, sehari-hari bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Binjai. Usia 33 tahun, memiliki 1 istri dan 1 anak. Latar belakang pendidikan S1 Ilmu Administrasi Negara di FISIP Universitas Sumatera Utara, dan saat ini sedang melanjutkan jenjang Magister di Program Master of Public Policy pada School of Government and Public Policy Indonesia (SGPP-Indonesia)
Saya bekerja pada sektor keuangan dan program di Kantor Camat Binjai Selatan, memastikan keseluruhan pertanggungjawaban keuangan dan kegiatan dapat berjalan dengan baik, akuntabel dan transparan. Hal tersulit yang saya alami adalah ketika Pemerintah mencanangkan program Dana Kelurahan pada tahun 2019, dan kemudian diimplementasikan dalam bentuk proyek fisik infrastruktur semisal jalan setapak, jembatan kecil serta drainase saluran pembuangan rumah tangga di seluruh kelu. Ada sekitar 180 item kegiatan/proyek pembangunan skala kecil dan menengah yang harus dilaksanakan di wilayah Kecamatan Binjai Selatan.
Sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan, kerap kali saya harus lembur di kantor untuk menyelesaikan berbagai administrasi proyek, lalu mengurus berbagai pencairan keuangan dengan berbagai persyaratan yang amat pelik. Ditambah lagi kekhawatiran akan kualitas pekerjaan dan resiko hukum yang mungkin menimpa bagi kami selaku ASN. Saya merasa amat sulit kala itu, dimana banyak kolega kantor tidak dapat membantu dan cenderung menghindar, dan atasan malah acapkali tidak mendukung tugas tersebut, padahal pekerjaan ini juga merupakan bagian dari tanggungjawab pimpinan. Saya mencoba tetap berpikir positif bahwa ini adalah ujian bagi saya untuk melatih tanggungjawab dan kepemimpinan, serta bagaimana tetap tenang dalam mengambil keputusan serta memperhitungkan resiko.
Puji Tuhan, kegiatan tetap berlangsung dengan baik. Hasil pemeriksaan pekerjaan memang tidak sepenuhnya sempurna, tapi masih dalam koridor dimaklumi dan hanya membutuhkan pembinaan dan evaluasi, tidak sampai pada koridor hukum. Saya bersyukur dapat melalui ujian sulit ini dan semakin menguatkan motivasi saya untuk tetap menjadi aparatur pemerintah yang taat administrasi dan birokrasi.
Pada tahun 2018, saya pernah bertugas di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Binjai, pada Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah. Kami bertugas untuk menyalurkan bantuan peralatan UMKM kepada para pengusaha mikro guna meningkatkan kapasitas usaha. Bantuan tersebut berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau yang lebih dikenal dengan nama Bank Sumut.
Pengusaha Mikro yang kami bantu, umumnya bergabung dengan asosiasi pengusaha mikro yang ada di Kota Binjai, dimana kami selaku pemerintah daerah menjadi penghubung, yang menjembatani penyaluran bantuan CSR tersebut tepat sasaran.
Proses penyaluran bantuan CSR tersebut kemudian memberikan pengalaman berharga bagi saya selaku aparat pemerintah daerah. Proses penyaluran bantuan, yang melibatkan pemerintah daerah, asosiasi UMKM sebagai perwakilan masyarakat, serta pihak Bank Sumut sebagai perwakilan korporat, adalah sebuah kegiatan lintas sektor dimana aparat pemerintah daerah seperti saya mencoba mengakomodir kebutuhan para pengusaha UMKM, serta harus pula memastikan penyaluran bantuan CSR tepat sasaran, transparan serta akuntabel sebagaimana prinsip-prinsip yang harus dilakukan oleh korporat.
Berbagai proses semisal pertemuan, negosiasi, survey pasar, penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) dan distribusi penyaluran, menjadi serangkaian proses yang memperkaya pengalaman saya, akan pentingnya sinergitas dan komunikasi yang efektif guna mencapai tujuan dalam meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat. Kegiatan berbasis lintas sektor juga memberikan pembelajaran akan pentingnya mendapatkan masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan keputusan yang terukur, signifikan dan dapat memberikan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat.
Bagaimana program bootcamp ini bisa membantu Anda mencapai cita-cita Anda? Apakah harapan Anda dalam mengikuti kegiatan ini?
Saya bercita-cita untuk menjadi pemimpin di sektor publik, sesuai dengan kapasitas saya selaku ASN di Pemerintah Daerah. Saya bermimpi dapat menjadi pemimpin yang mampu hadir dalam setiap persoalan masyarakat, memiliki empati untuk memanusiakan manusia, serta mampu menghadirkan gagasan dan terobosan melalui berbagai program kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.
Untuk mencapai hal tersebut, saya perlu membekali diri dengan berbagai keilmuan di sektor publik, mengenal lebih dalam persoalan dan labirin konteks sosial di perkotaan dan pedesaan di negara ini, serta berkesempatan untuk berjejaring, berinteraksi serta berkolaborasi dengan calon pemimpin dari sektor lainnya, untuk dapat memulai inisiatif sosial secara signifikan dan berkelanjutan.
Harapan saya dalam mengikuti kegiatan ini, bahwa program ini akan memberikan kesempatan bagi saya untuk bertemu dengan anak muda cemerlang dari berbagai daerah, keahlian dan latar belakang. Anak muda yang optimis akan masa depan bangsa serta memiliki inisiatif dalam membuat perubahan bagi masyarakat.

Komentar
Posting Komentar